Rancang Bangun Sistem Pengelolaan Informasi Kerusakan Fasilitas Pada Dinas Pengairan Aceh Berbasis Web
DOI:
https://doi.org/10.59024/jiti.v4i3.2255Keywords:
E-Government, Laporan Kerusakan Fasilitas, Metode Waterfall, Sistem Informasi, Sistem Berbasis WebAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pengelolaan informasi kerusakan fasilitas berbasis web pada Dinas Pengairan Aceh yang dilengkapi dengan fitur Laporan Darurat, sehingga masyarakat umum dapat melaporkan kerusakan infrastruktur pengairan secara langsung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh belum tersedianya kanal pelaporan kerusakan pada website resmi Dinas Pengairan Aceh, sehingga penyampaian informasi kerusakan masih dilakukan secara konvensional melalui telepon atau kunjungan langsung ke kantor dinas, yang berdampak pada lambatnya proses penanganan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan perangkat lunak Waterfall, yang terdiri atas tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan, dengan pemodelan sistem menggunakan Unified Modeling Language berupa Use Case Diagram dan Activity Diagram. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman HTML, CSS, JavaScript, Node.js, dan basis data MySQL, kemudian diuji menggunakan metode Black Box Testing terhadap 30 skenario pengujian yang mencakup pengiriman laporan, unggah foto, penentuan lokasi melalui peta digital, pelacakan status laporan, verifikasi oleh admin, dan penugasan petugas lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fungsi yang diuji berjalan sesuai dengan spesifikasi yang dirancang dan dinyatakan valid. Sistem yang dihasilkan mampu meningkatkan kecepatan, akurasi, dan transparansi proses pelaporan kerusakan infrastruktur pengairan, sekaligus memperkuat komunikasi dua arah antara masyarakat dan instansi pemerintah, sejalan dengan prinsip good governance dan semangat e-government yang partisipatif.
References
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pengelolaan informasi kerusakan fasilitas berbasis web pada Dinas Pengairan Aceh yang dilengkapi dengan fitur Laporan Darurat, sehingga masyarakat umum dapat melaporkan kerusakan infrastruktur pengairan secara langsung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh belum tersedianya kanal pelaporan kerusakan pada website resmi Dinas Pengairan Aceh, sehingga penyampaian informasi kerusakan masih dilakukan secara konvensional melalui telepon atau kunjungan langsung ke kantor dinas, yang berdampak pada lambatnya proses penanganan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan perangkat lunak Waterfall, yang terdiri atas tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan, dengan pemodelan sistem menggunakan Unified Modeling Language berupa Use Case Diagram dan Activity Diagram. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman HTML, CSS, JavaScript, Node.js, dan basis data MySQL, kemudian diuji menggunakan metode Black Box Testing terhadap 30 skenario pengujian yang mencakup pengiriman laporan, unggah foto, penentuan lokasi melalui peta digital, pelacakan status laporan, verifikasi oleh admin, dan penugasan petugas lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fungsi yang diuji berjalan sesuai dengan spesifikasi yang dirancang dan dinyatakan valid. Sistem yang dihasilkan mampu meningkatkan kecepatan, akurasi, dan transparansi proses pelaporan kerusakan infrastruktur pengairan, sekaligus memperkuat komunikasi dua arah antara masyarakat dan instansi pemerintah, sejalan dengan prinsip good governance dan semangat e-government yang partisipatif.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








