Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Asertif dalam Serial Animasi Nussa: The Movie serta Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Teks Eksposisi di SMP

Authors

  • Alya Desi Nafallillah Universitas Sebelas Maret
  • Slamet Mulyono Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.59024/simpati.v4i3.2190

Keywords:

Animated Film, Assertive Speech Act Forms, Expository Text Learning, Nussa: The Movie, Speech Functions

Abstract

This study aims to describe the forms and functions of assertive speech acts in the animated film “Nussa: The Movie” and their utilization in expository text learning in junior high school. The study employs a descriptive qualitative approach. Data consist of character utterances collected through observation and note-taking techniques. Data validity was tested using theory triangulation and persistent observation. The theoretical framework includes Austin and Searle's (1979) speech act theory, as well as perspectives from Arnaselis and Rusminto (2017), Lailika and Utomo (2020), Minarti and Wijayanti (2020), and Fakhriyah (2020). Results reveal 83 assertive speech act data across seven forms, namely expressing opinion (15, 18.1%), mentioning (11, 13.3%), informing (14, 16.9%), showing (7, 8.4%), reporting (14, 16.9%), boasting (10, 12.0%), and claiming (12, 14.5%). Each form has a distinctive illocutionary speech function, namely conveying arguments, presenting factual data, informing new knowledge, reinforcing statements with evidence, objectively reporting events, expressing fact-based appreciation, and asserting beliefs. These seven forms are closely related to expository text characteristics, making them applicable in expository text learning in junior high school in accordance with the Merdeka Curriculum.

References

Afifah, R. R., & Atmazaki. (2024). Penggunaan tindak tutur asertif oleh guru Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3). Al Farizi, M. A., Nurul Azizah, H. R., Putri, S. A., Linawati, A., & Utomo, A. P. Y. (2023). Analisis tindak tutur representatif pada daftar putar MKU Bahasa Indonesia dalam channel Rahmat Petuguran. Pena Literasi, 6(1), 40–53. Arfianti, R. (2020). Tindak tutur asertif tokoh utama dalam film animasi Nussa dan Rara. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(1), 1–10. Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Arnaselis, F., & Rusminto, N. E. (2017). Tindak tutur dalam wacana novel Belenggu karya Armijn Pane: kajian pragmatik. Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya), 5(3), 1–12.

Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford: Oxford University Press.

Bala, A. (2022). Kajian tentang hakikat, tindak tutur, konteks, dan muka dalam pragmatik. Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 36–45.

Cahyo, A. A. R., Suhartono, S., & Yuniseffendri, Y. (2024). Tindak tutur asertif dan ekspresif dalam gelar wicara di YouTube Gita Wirjawan dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 7(2), 241–256.

Chaer, A. (2010). Kesantunan berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Thousand Oaks: Sage.

Cummings, L. (2007). Pragmatics: A multidisciplinary perspective. Edinburgh: Edinburgh University Press. Danin, S. (2002). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Pustaka Setia. Denzin, N. K. (1978). The research act. New York: McGraw-Hill.

Fakhriyah, F. N. (2020). Analisis tindak tutur dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy. Arbiter: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(2), 273–282.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Capaian pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia fase D. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kosasih, E. (2014). Jenis-jenis teks: Analisis fungsi, struktur, dan kaidah serta langkah penulisannya. Bandung: Yrama Widya. Kosasih, E. (2021). Pengembangan bahan ajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Lailika, A. S., & Utomo, A. P. Y. (2020). Analisis tindak tutur representatif dalam podcast Deddy Corbuzier dengan Nadiem Makarim. Bahtera Indonesia, 5(2), 97–109.

Lestari, B. (2019). Tindak tutur ilokusi dalam film animasi Upin dan Ipin. Estetik, 2(2), 139. Mahsun. (2018). Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks. Jakarta: Rajawali Pers. Majid, A. (2008). Perencanaan pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Megawati, E. (2016). Tindak tutur ilokusi pada interaksi jual beli di Pasar Induk Kramat Jati. Deiksis, 8(02), 157–171.

Minarti, W. A., & Wijayanti, A. (2020). Tindak tutur asertif dan formula materi ajar. Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 1–12.

Mu'allimatin Najihah, Utomo, A. P. Y., Safitri, A. N., & Mubarok, S. (2023). Pemanfaatan YouTube untuk pembelajaran teks eksplanasi di SMP. JUPENDIS, 1(2), 45–59.

Muhlisoh, L., Rosalina, S., & Hartati, D. (2022). Tindak tutur ilokusi asertif dan direktif ILM pandemi Covid-19. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(1), 28–44.

Mustofa, M., Marzuqi, I., & Ihsan, B. (2022). Pengembangan bahan ajar teks eksposisi. Edu-Kata, 8(1), 1–8.

Nasarudin, R., Syahputra, A., & Wahyudi, T. (2024). Pragmatik dan konteks tuturan dalam kajian linguistik modern. Jurnal Linguistik Terapan, 14(1), 1–15.

Prastowo, A. (2015). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Yogyakarta: Diva Press. Purwanti, Y. D. (2025). Meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa melalui aspek pragmatik. Saka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Unila.

Rahardi, K. (2005). Pragmatik: Kesantunan imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Rani, A., dkk. (2006). Analisis wacana. Malang: Bayumedia.

Richard, J. C. (1995). Longman dictionary of applied linguistics. London: Longman.

Rohmadi, M. (2014). Kajian pragmatik percakapan guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Paedagogia, 17(1), 53–61.

Safira, S., & Meliyawati, M. (2024). Analisis tindak tutur asertif pada debat cawapres 2024. Jurnal Artikula, 7(2), 79–89.

Searle, J. R. (1979). Expression and meaning. Cambridge: Cambridge University Press.

Semi, M. A. (2007). Menulis efektif. Padang: Angkasa. Silviyah, A., & Rokhmawan, T. (2024). Analisis tindak tutur dalam animasi Tayo. Jurnal Pendidikan Integratif, 5(3). Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tarigan, H. G. (2009). Pengajaran pragmatik. Bandung: Angkasa.

Wijana, I. D. P. (1996). Dasar-dasar pragmatik. Yogyakarta: Andi. Yanti, D. N., Triyadi, S., & Pratiwi, W. D. (2023). Tindak tutur asertif dalam video Gadgetin. Education and Development, 11(1), 15–19. Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford: Oxford University Press.

Yusrina, N., Ibriza, T. A., Lubis, H., Azzahra, S., & Siregar, D. Y. (2025). The role of context in pragmatic interpretation. Pragmatik: Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan, 3(1), 126–135.

Downloads

Published

2026-07-18

How to Cite

Alya Desi Nafallillah, & Slamet Mulyono. (2026). Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Asertif dalam Serial Animasi Nussa: The Movie serta Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Teks Eksposisi di SMP. Simpati, 4(3), 294–311. https://doi.org/10.59024/simpati.v4i3.2190

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.