Regulasi Kecerdasan Buatan Tanpa Sanksi: Analisis Kritis Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang Etika Kecerdasan Artifisial dalam Perspektif Hukum Indonesia

Authors

  • Eka Nurhikmah Universitas Pelita Harapan
  • Fadhel Koto Bida Mulyono Universitas Pelita Harapan
  • Yeremia Haganta Kaban Universitas Pelita Harapan
  • Fidelya Heryxlim Eng Universitas Pelita Harapan
  • Nelvina Djaja Universitas Pelita Harapan
  • Pietro Grassio Ekoyulio Universitas Pelita Harapan

DOI:

https://doi.org/10.59024/jis.v4i3.2599

Keywords:

Artificial Intelligence, Hard Law, Legal Certainty, Risk-Based Regulation, Soft Law

Abstract

The rapid development of artificial intelligence (AI) in Indonesia has been accompanied by a rising number of AI-based digital fraud cases, including deepfake and voice cloning, while Indonesia still lacks a dedicated law for AI. In response, the government drafted a Presidential Regulation on AI Ethics (RPerpres Etika AI), adopting a soft law approach without sanctions, which differs from the European Union's risk-based approach in the EU AI Act that includes binding sanctions. This study is a prescriptive-analytical normative legal research using statutory, comparative, and conceptual approaches, aiming to analyze the normative construction of the RPerpres and to assess the adequacy of its soft law approach without sanctions in addressing the risk of AI misuse. The findings show that the RPerpres establishes nine ethical values, distributes responsibility among Users, Sector Actors, and Ministries/Agencies, and classifies AI risk into three levels, but contains no binding sanctions, lacks clarity on enforcement authority, and remains dependent on the ITE Law, the PDP Law, and the Criminal Code, none of which were specifically designed for the characteristics of AI. Compared to the EU AI Act, which applies risk classification, mandatory conformity assessment, and tiered administrative sanctions, the RPerpres risks becoming a regulation without substantive binding force. This study identifies several aspects that need to be strengthened, such as strengthening through risk-based sanctions, and consolidation through a dedicated AI law, in order to provide stronger legal certainty while remaining proportionate to Indonesia's institutional and economic context.

References

Abbott, K. W., & Snidal, D. (2000). Hard and soft law in international governance. International Organization, 54(3), 421–456. https://doi.org/10.1162/002081800551280

Ayres, I., & Braithwaite, J. (1992). Responsive regulation: Transcending the deregulation debate. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780195070705.001.0001

Binus University Business School. (2025). Contoh penerapan artificial intelligence (AI) dalam bisnis modern. https://binus.ac.id/bandung/creativepreneurship/2025/05/22/contoh-penerapan-artificial-intelligence-ai-dalam-bisnis-modern/

Black, J., & Baldwin, R. (2010). Really responsive risk-based regulation. Law & Policy, 32(2), 181–213. https://doi.org/10.1111/j.1467-9930.2010.00318.x

CNBC Indonesia. (2026). Duit warga RI Rp9,1 triliun dimaling, 1.000 korban tiap hari.

Distanto, A. R., Tahir, R., & Utami, F. F. (2026). Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana pornografi berbasis teknologi deepfake dalam perspektif hukum positif Indonesia. Law Jurnal, 7(1). https://doi.org/10.46576/lj.v7i1.9604

European Parliament & Council of the European Union. (2024). Regulation (EU) 2024/1689 of 13 June 2024 laying down harmonised rules on artificial intelligence (Artificial Intelligence Act). Official Journal of the European Union, L 2024/1689. https://eur-lex.europa.eu/eli/reg/2024/1689/oj

Fuller, L. L. (1964). The morality of law. Yale University Press.

Gunaedi, S. A. (2025). Pembentukan undang-undang kecerdasan buatan sebagai lex specialis di Indonesia: Studi perbandingan regulasi Uni Eropa dan Amerika Serikat. Lex Discipulus Law Review, 1(1), 103–124. https://journal.ubaya.ac.id/index.php/LDLR/article/view/7225

Indonesia. (1847). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek). Staatsblad 1847 Nomor 23.

Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6820.

Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6842.

Islami, M. F. (2025). Aspek hak cipta karya kecerdasan buatan dalam pemerintahan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Advokasi. https://doi.org/10.36987/jiad.v13i4.7978

Jadiningsih, N. S., Basid, A., & Vitria, Y. (2026). Pertanggungjawaban pidana atas penyalahgunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam perspektif hukum pidana Indonesia. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3). https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11708

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. (2025). Rancangan Peraturan Presiden Tahun 2025: Etika kecerdasan artifisial. https://www.hukumonline.com/pusatdata/detail/lt6989677aa728c/rancangan-peraturan-presiden-tahun-2025/

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. (2026). Telaah untuk pertanyaan regulasi kecerdasan artifisial. https://jdih.komdigi.go.id/dokumen-pembentukan-puu/unduh/70

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2023). Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial. https://jdih.komdigi.go.id/produk_hukum/view/id/883/t/surat%2Bedaran%2Bmenteri%2Bkomunikasi%2Bdan%2Binformatika%2Bnomor%2B9%2Btahun%2B2023

Kirana, K. B., & Silalahi, W. (2025). Tantangan regulasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam perspektif hukum perlindungan data pribadi di Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(6), 1807–1817. https://doi.org/10.59141/cerdika.v5i6.2711

Kristianti, N., & Rolando, B. (2025). Pemanfaatan artificial intelligence dalam praktik hukum: Peluang dan tantangan regulasi di Indonesia. Jurnal Belom Bahadat, 15(1). https://doi.org/10.33363/bb.v15i1.1483

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2026). Mencari arah pertanggungjawaban hukum AI di Indonesia. MariNews. https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/mencari-arah-pertanggungjawaban-hukum-ai-di-indonesia-0S7

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Prenada Media.

Mujib, M. M., Basuki, U., Fatimatuzzahro', F., & Adawiyah, N. (2026). Regulating artificial intelligence in Indonesia: Legal challenges, ethical governance, and policy harmonization. Subsidiarity: Journal of Law and Technology Policy, 1(1), 1–14. https://e-journal.anharhariz.org/index.php/subsidiarity/article/view/172

Nasman, N., Astuti, P., & Perwitasari, D. (2024). Etika dan pertanggungjawaban penggunaan artificial intelligence di Indonesia. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(10), 1–16. https://ojs.rewangrencang.com/index.php/JHLG/article/view/622

Pahayu, C., Ristawati, P. A., Dwijayanthi, F., & Ajengkusuma, W. R. (2026). Keterbatasan regulasi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia: Analisis filsafat hukum dan perspektif sosiologi hukum. Jurnal Hukum Indonesia, 5(3), 338–352. https://jhi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2823

Pamungkas, J. A. S., Setyagraha, Summarno, & Utomo, M. E. S. B. (2026). Pertanggungjawaban pidana atas pelanggaran data pribadi berbasis kecerdasan buatan dalam perspektif perbandingan hukum pidana (Indonesia, Uni Eropa, dan Singapura). Muhammadiyah Law Review, 10(2), 341–351. https://doi.org/10.24127/mlr.v10i2.5438

Prayogo, R. T. (2016). Penerapan asas kepastian hukum dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2011 tentang Hak Uji Materiil dan dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 06/PMK/2005 tentang Pedoman Beracara dalam Pengujian Undang-Undang. Jurnal Legislasi Indonesia, 13(2), 191–201. https://doi.org/10.54629/jli.v13i2.151

Presiden Republik Indonesia. (2025). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2025 tentang Program Penyusunan Peraturan Presiden Tahun 2026. https://jdih.kemenkoinfra.go.id/keppres-no-38-tahun-2025

Radyananda, B., Abdaud, F., & Dagani, G. (2026). Analisis limitasi pertanggungjawaban pidana dalam kejahatan manipulasi digital di Indonesia. Nomos: Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 6(1), 1–7. https://journal.actual-insight.com/index.php/nomos/article/view/4273

Satrio, C. G. (2026). AI dan robotika mengubah bisnis dan ekonomi Indonesia. FTMM News. https://ftmm.unair.ac.id/ai-dan-robotika-mengubah-bisnis-dan-ekonomi-indonesia/

Sembiring, N. C., Silalahi, N. E. L., Malau, C. O., Sibarani, A., Sinaga, H. B., & Saragih, I. J. (2025). Ekonomi politik perdagangan digital pada regulasi e-commerce dan kebijakan pajak UMKM. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 6244–6258. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4325

Sofia, R. S., Shahrullah, & Situmeang, A. (2026). Tanggung jawab hukum atas penyalahgunaan teknologi AI: Studi kasus deepfake Prabowo Subianto dalam modus bantuan uang. Perspektif Hukum, 26(1), 165–191. https://doi.org/10.30649/ph.v26i1.550

Suhardi, M. (2026). Regulatory model of artificial intelligence in digital government: Between soft law, ethics, and the need for binding law in Indonesia. Jurnal Kecerdasan Buatan dan Teknologi Informasi. https://doi.org/10.69916/jkbti.v5i1.460

Syaiful. (2026). Tanggung jawab hukum (liability) atas kesalahan sistem AI. Fakultas Hukum Universitas Medan Area. https://hukum.uma.ac.id/tanggung-jawab-hukum-liability-atas-kesalahan-sistem-ai/

Utami, N. P. G. S., Sutrisni, N. K., & Suharyanti, N. P. N. (2025). Pengaturan hukum tanggung jawab pemanfaatan artificial intelligence di Indonesia. Jurnal Hukum Mahasiswa, 5(2), 315–325. https://doi.org/10.36733/jhm.v5i2

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Eka Nurhikmah, Fadhel Koto Bida Mulyono, Yeremia Haganta Kaban, Fidelya Heryxlim Eng, Nelvina Djaja, & Pietro Grassio Ekoyulio. (2025). Regulasi Kecerdasan Buatan Tanpa Sanksi: Analisis Kritis Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang Etika Kecerdasan Artifisial dalam Perspektif Hukum Indonesia. JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT, 4(3), 255–272. https://doi.org/10.59024/jis.v4i3.2599