Hubungan Pengaturan Pernapasan Terhadap Efisiensi Jalan Cepat Pada Atlet Marching Band Gita Bersama Kab. Tanjung Jabung Barat
DOI:
https://doi.org/10.59024/jis.v4i1.1910Keywords:
Pengaturan Pernapasan, Efisiensi Jalan Cepat, Beban Torso, Inspiratory Metaboreflex, Kualitatif DeskriptifAbstract
Marching band modern telah bertransformasi menjadi aktivitas olahraga kinerja tinggi (high-performance activity) yang menuntut kapasitas fisik dan sistem respirasi yang luar biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan secara mendalam gambaran strategi pengaturan pernapasan (breathing control) serta kaitannya dengan efisiensi jalan cepat (marching efficiency) pada atlet lapangan (fielders) Marching Band Gita Bersama Kabupaten Tanjung Jabung Barat di bawah tekanan metabolik dan beban instrumen. Menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini mengurai persepsi fisik subjektif mengenai kelelahan respirasi, fenomena inspiratory metaboreflex, serta penyelarasan taktis antara frekuensi langkah dan fase pernapasan. Informan utama terdiri dari 6 sampai 8 atlet aktif unit tiup (brass) dan perkusi (battery) yang membawa instrumen dengan beban torso minimal selama 1 tahun, dengan pelatih kepala serta pelatih visual sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif saat simulasi penampilan penuh (full show), dan dokumentasi catatan lapangan, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Kerangka berpikir memosisikan pengaturan pernapasan volunter sebagai stabilisator internal yang menjaga aktivitas otot inti (core muscles), menghemat pengeluaran energi (energy expenditure), dan mempertahankan presisi langkah pada menit-menit kritis di akhir durasi penampilan lapangan.
References
Alsop, J. (2025). Breathing instruction of successful high school marching band directors: Methods, perceived benefits, and pedagogical challenges. Journal of Marching Arts Research, 12(1), 45–58.
Bell, D. (2025). Effects of body armor and torso-borne load carriage on respiratory muscle fatigue and muscle blood flow during progressive treadmill marching. European Journal of Applied Physiology, 125(3), 712–725.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Pradana, A. (2024). Analisis biomekanika beban torso terhadap stabilitas postural dan pola melangkah pada aktivitas ketahanan fisik. Jurnal Keolahragaan Indonesia, 10(2), 134–145.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sutopo, H., Rahayu, T., & Wahyudi, I. (2024). Profil kapasitas kardiorespirasi dan tingkat kelelahan motorik pada atlet seni lapangan terukur. Jurnal Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, 12(2), 145–158.
Valappil, M. (2025). Correlation between vital capacity and localized muscle endurance in field performance artists. International Journal of Sport Physiology Development, 18(1), 89–101.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















