Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Apbdes Di Desa Padarincang Kabupaten Serang
DOI:
https://doi.org/10.59024/jis.v4i2.1897Keywords:
accountability; APBDes; village finance; transparency; Padarincang VillageAbstract
This study analyzes accountability in managing the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDes) of Padarincang Village, Serang Regency. A descriptive qualitative approach was used through document analysis, observation of budget-publication media, and semi-structured interviews with village financial officers, the village secretary, the Village Consultative Body (BPD), and a community representative. Analysis refers to Mardiasmo's five accountability stages: planning, implementation, administration, reporting, and responsibility. The findings show that administrative accountability has been supported by Musrenbang, RKPDes preparation, BPD deliberation, Siskeudes-based administration, public banners and the village website, and semester monitoring by subdistrict officials and village facilitators. The 2025 APBDes totaled Rp1,619,408,864. Nevertheless, substantive accountability still needs improvement through periodic publication of budget realization, systematic documentation of public feedback, and stronger BPD and community oversight. The study integrates local budget data, field interviews, and five accountability indicators in one analytical framework.
References
Atiningsih, S., & Ningtyas, A. C. (2019). Pengaruh kompetensi aparatur pengelola dana desa, partisipasi masyarakat, dan sistem pengendalian internal terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan, 10(1), 14–25.
Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Pustaka Pelajar.
Fox, J. (2007). The uncertain relationship between transparency and accountability. Development in Practice, 17(4–5), 663–671. https://doi.org/10.1080/09614520701469955
Fung, A. (2015). Putting the public back into governance: The challenges of citizen participation and its future. Public Administration Review, 75(4), 513–522. https://doi.org/10.1111/puar.12361
Grimmelikhuijsen, S. G. (2012). Linking transparency, knowledge and citizen trust in government: An experiment. International Review of Administrative Sciences, 78(1), 50–73. https://doi.org/10.1177/0020852311429667
Heald, D. (2012). Why is transparency about public expenditure so elusive? International Review of Administrative Sciences, 78(1), 30–49. https://doi.org/10.1177/0020852311429931
Kim, S., & Lee, J. (2012). E-participation, transparency, and trust in local government. Public Administration Review, 72(6), 819–828. https://doi.org/10.1111/j.1540-6210.2012.02593.x
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.
Mada, S., Kalangi, L., & Gamaliel, H. (2017). Pengaruh kompetensi aparat pengelola dana desa, komitmen organisasi pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kabupaten Gorontalo. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Goodwill, 8(2), 106–115.
Mardiasmo. (2021). Akuntansi sektor publik. Andi.
Meijer, A. (2013). Understanding the complex dynamics of transparency. Public Administration Review, 73(3), 429–439. https://doi.org/10.1111/puar.12032
Muhammad, I. F., & Suharto, D. G. (2025). Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBDes tahun 2021: Studi di Desa Teter Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali. Jurnal Mahasiswa Wacana Publik, 5(1).
O'Donnell, G. (1998). Horizontal accountability in new democracies. Journal of Democracy, 9(3), 112–126. https://doi.org/10.1353/jod.1998.0051
Pemerintah Desa Padarincang. (2023). Peraturan Desa Padarincang Nomor 02 Tahun 2023 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran 2023.
Pemerintah Desa Padarincang. (2025a, Mei 15). APBDes Desa Padarincang 2025. Website Resmi Pemerintah Desa Padarincang. https://padarincang-padarincang.desa.id/2025/05/15/apbdes-desa-padarincang-2025/
Pemerintah Desa Padarincang. (2025b, Juli 23). Monitoring dan evaluasi anggaran. Website Resmi Pemerintah Desa Padarincang. https://padarincang-padarincang.desa.id/2025/07/23/monitoring-dan-evaluasi-anggaran/
Qonitah, R. M., dkk. (2024). Analisis evaluasi akuntabilitas pengelolaan APBDes dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Bandung tahun 2024. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 3(2), 45–56.
Rofita, D., Nurasik, N., Rahmawati, I. D., & Hermawan, S. (2022). Analisis akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan APBDes di Kabupaten Sidoarjo. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 13.
Tamsil, N. A., Khanifah, L. N., Ulandari, S. E., Marito, B. P., & Rahayu, P. I. (2025). Efektivitas pengelolaan APBDes dalam pembangunan infrastruktur Desa Nambo Ilir tahun 2022–2024. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 8(10), 121–130.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Utari, C. W., & Nawangsari, E. R. (2023). Pengaruh akuntabilitas, transparansi dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan APBDes Desa Sidokare Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk tahun 2022. Irpia: Jurnal Ilmiah Riset dan Pengembangan, 19–30.
Widyatama, A., Novita, L., & Diarespati. (2017). Pengaruh kompetensi dan sistem pengendalian internal terhadap akuntabilitas pemerintah desa dalam mengelola alokasi dana desa. Berkala Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 2(2), 1–20.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















