Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah
DOI:
https://doi.org/10.59024/jipa.v3i4.2435Keywords:
Becanang Tradition, Cultural Preservation, Central Aceh, Linge Kingdom, Qualitative DescriptiveAbstract
The Becanang tradition in several sub-districts within the Central Aceh Regency is no longer practiced. Maintaining the Becanang tradition requires conscious effort and awareness from the community itself. This study aims to describe the Becanang tradition concerning its history and the rules applicable to its implementation. Data collection was conducted through interviews, observations, and documentation. The approach used is a qualitative descriptive analysis, wherein the collected data is interpreted and analyzed using triangulation, data reduction, data display, and data verification. The research results indicate that Becanang has existed since the era of the Linge Kingdom. At that time, Becanang functioned as a pentalu, or a summon for the Sarakopat (royal subordinates), and was also performed when welcoming guests of honor. Currently, Becanang is performed at wedding ceremonies as well as to welcome guests. Canang is also used during Jule bai (escorting the groom to the bride's house). Furthermore, Canang is played by women during cooking activities prior to the mungerje day (preparations for the wedding reception).
References
Aman, A., & Gayo, B. (2019). Eksistensi dan makna simbolik alat musik canang pada masyarakat Gayo. Jurnal Etnomusikologi Indonesia, 4(2), 112–125.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Jurnal Kajian Ilmiah Pendidikan dan Humaniora, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Fitriani, A. (2022). Degradasi budaya lokal di era globalisasi: Studi kasus pelestarian kesenian tradisional Gayo. Jurnal Sosiologi Antropologi, 6(2), 115–128.
Fitriani, A. (2024). Pewarisan seni tradisional Gayo melalui peran perempuan lintas generasi di Aceh Tengah. Jurnal Antropologi Budaya dan Pendidikan, 11(1), 45–59.
Gayo, S., & Ibrahim, M. (2019). Sejarah dan transformasi hukum adat era Kerajaan Linge di Dataran Tinggi Gayo. Jurnal Kajian Sejarah Nusantara, 8(2), 112–128.
Hakim, C. (2020). Dinamika kebudayaan lokal: Transformasi dan pelestarian tradisi di Dataran Tinggi Gayo. Jurnal Antropologi Sumatera, 7(1), 45–58.
Hakim, L. (2019). Fungsi komunikasi tradisional alat musik canang pada masyarakat Gayo. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Budaya, 7(2), 112–126.
Hakim, R., & Syahputra, E. (2020). Dampak modernisasi terhadap eksistensi kesenian lokal dan ekonomi masyarakat adat. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(3), 201–215.
Hasanah, N., & Wijaya, K. (2021). Faktor internal dan eksternal penyebab memudarnya tradisi lisan dan musik daerah Aceh. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 4(1), 55–70.
Ibrahim, A., & Gayo, S. (2021). Jejak sarakopat dalam sejarah Kerajaan Linge dan transformasinya di era modern. Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Aceh, 9(2), 201–215.
Jamil, R. (2023). Urgensi dokumentasi dan preservasi warisan budaya takbenda di Aceh Tengah. Jurnal Kajian Seni dan Sejarah, 8(3), 201–215.
Kusuma, R., & Hidayat, T. (2023). Sinergitas pemerintah dan masyarakat dalam membangun ketahanan budaya lokal di era modern. Jurnal Antropologi dan Kebijakan Publik, 12(1), 45–60.
Kusuma, W. (2024). Estetika bunyi dan peran perempuan dalam pertunjukan musik tradisional Becanang. Jurnal Pengkajian Seni dan Antropologi, 15(1), 55–70.
Lestari, D., & Syahputra, E. (2021). Kohesi sosial dan peran perempuan Gayo dalam tradisi Becanang. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(3), 210–224.
Lia, M. (2024). Dinamika bahasa dan tradisi masyarakat Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Etnografi Indonesia, 12(1), 1–14.
Lubis, F. (2021). Estetika dan keterbatasan musikalitas instrumen canang Gayo dalam merespons budaya populer. Jurnal Etnomusikologi Indonesia, 6(1), 77–89.
Maulida, R. (2020). Eksistensi kesenian tradisional Gayo: Tinjauan sejarah dan makna simbolik canang. Jurnal Seni Pertunjukan Nusantara, 4(1), 45–58.
Melalatoa, G. (2023). Pelestarian tradisi lisan dan musik tradisional Becanang di era modern: Studi kasus masyarakat Aceh Tengah. Jurnal Warisan Budaya Nusantara, 11(2), 134–148.
Mujiati. (2020). Dinamika sosiologi budaya: Menelusuri fungsi tradisi dalam kehidupan masyarakat modern. Jurnal Sosiologi Nusantara, 8(1), 25–40.
Munthe, B., & Rangkuti, H. (2022). Peran kebijakan aparatur desa dalam revitalisasi budaya lokal di era globalisasi. Jurnal Kebijakan Publik dan Pemerintahan, 9(2), 134–148.
Pratama, A. (2022). Digitalisasi budaya: Tantangan dan peluang pelestarian kearifan lokal di era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Ilmu Budaya dan Komunikasi, 10(2), 75–88.
Putra, F., & Ananda, D. (2023). Nilai-nilai kekerabatan dalam ritual mungerje dan jule bai di Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Etnografi Indonesia, 12(3), 89–104.
Rahman, F. (2022). Nilai estetika dan kekerabatan dalam prosesi mungerje dan jule bai di Takengon Aceh Tengah. Jurnal Seni dan Budaya Syiah Kuala, 9(1), 77–89.
Sari, N. (2023). Fungsi komunikasi tradisional dalam ritual perkawinan adat Gayo (mungerje dan beguru). Jurnal Ilmu Komunikasi dan Budaya, 10(1), 33–47.
Sari, N., & Hidayat, T. (2022). Dinamika sosial dan kepemimpinan tradisional Gayo dalam konteks kekinian. Jurnal Sosiologi Antropologi, 10(1), 33–47.
Setyawan, A. (2022). Metodologi penelitian kualitatif dan analisis data triangulasi. Pustaka Cendekia.
Sidiq, U., & Choiri, M. M. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan dan sosial. Nata Karya.
Siregar, B. (2020). Metode penulisan sejarah kebudayaan: Upaya menyelamatkan identitas lokal masyarakat Gayo. Jurnal Sejarah dan Budaya, 5(2), 89–102.
Sudirana, I. W. (2019). Eksistensi tradisi dan adat di era globalisasi: Sebuah tinjauan identitas kultural. Jurnal Kajian Budaya dan Sejarah, 11(2), 120–135.
Suratmi, N. (2021). Strategi pelestarian kebudayaan lokal sebagai jati diri bangsa di era digital. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Antropologi, 9(1), 45–58.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








