Implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Membentuk Budaya Positif Siswa Kelas V SDN Gunung Bunder 01 Pamijahan Bogor

Authors

  • Muhammad Aldiansyah Universitas Islam Bogor
  • Syamsul Rizal Mz Universitas Islam Bogor

DOI:

https://doi.org/10.59024/jipa.v4i4.2180

Keywords:

7 KAIH, Budaya Positif Sekolah, Pendidikan Karakter, Sekolah Dasar, Studi Kasus Kualitatif

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi dan efektivitas program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) dalam membentuk budaya sekolah yang positif pada siswa kelas V di SDN Gunung Bunder 01 Pamijahan Bogor. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi proses pembiasaan karakter dalam konteks sekolah yang autentik. Partisipan penelitian ini meliputi 32 siswa, satu guru wali kelas, dan satu kepala sekolah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert, observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dengan menerapkan triangulasi untuk menjamin kredibilitas data. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan statistik deskriptif (rata-rata dan persentase) serta analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi 7 KAIH mencapai tingkat efektivitas sebesar 81,4%, yang dikategorikan sebagai sangat efektif. Kebiasaan keterlibatan sosial dan religius mencapai skor tertinggi, sementara antusiasme belajar menunjukkan skor terendah (73%). Rendahnya pencapaian pada antusiasme belajar tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan motivasi intrinsik, penggunaan gawai yang berlebihan, dan kurangnya dukungan akademik dari orang tua; hal ini mengindikasikan bahwa kebiasaan yang berkaitan dengan kemampuan kognitif memerlukan integrasi yang lebih kuat dengan strategi pembelajaran aktif di kelas. Di sisi lain, hasil triangulasi menunjukkan tingkat konvergensi sebesar 88%, yang mengonfirmasi konsistensi data. Program ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kedisiplinan, toleransi, dan gotong royong. Faktor pendukung program ini meliputi keteladanan guru dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan kondisi ekonomi keluarga dan gangguan digital menjadi kendala utama. Oleh karena itu, model 7 KAIH direkomendasikan sebagai praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah dasar.

References

Adib, M. A. (2024). Urgensi menjadi teladan: Peran guru sebagai role model dalam pendidikan agama Islam. Edification Journal: Pendidikan Agama Islam, 7(1), 31–44.

Ahmad, R. (2025). Nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah dasar. Dalam Bunga Rampai Pendidikan Karakter: Membangun Karakter di Tengah Perubahan Zaman (hlm. 111).

Annur, P. A., Susanti, E., & Gera, I. G. (2023). Urgensi pendidikan moral sekolah dasar dalam membentuk karakter religius di era digital menurut Henry Alexis Rudolf Tilaar. Jurnal Edukasi, 1(3), 271–287.

Arodani, M. P., Armadi, A., & Zainuddin, Z. (2025). Analisis faktor kedisiplinan siswa di lingkungan sekolah dasar. Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 6(2), 266–274.

Berkowitz, Marvin W., and Melinda C. Bier. “What Works in Character Education.”

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications

Durlak, Joseph A., Roger P. Weissberg, and Molly Pachan. “A Meta-Analysis of After-School Programs That Seek to Promote Personal and Social Skills.” American Journal of Community Psychology 45, nos. 3–4 (2010): 294–309.

Haryanto, B. (2022). Budaya positif sekolah sebagai upaya pencegahan perilaku menyimpang siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 145–156.

Journal of Research in Character Education 3, no. 1 (2005): 29–48.

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 30(1), 41–52.

Kemendikdasmen. (2025). Panduan Gerakan 7 KAIH Jenjang SD. Jakarta: Kemendikdasmen.

Kurniawan, D. (2021). Implementasi pendidikan karakter berbasis pembiasaan di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 87–98.

Lickona, Thomas. “Character Development in Schools.” Journal of Moral Education 41, no. 2 (2012): 221–234.

Pratiwi, R., & Nugroho, A. (2021). Pendekatan pembiasaan dalam pembentukan karakter disiplin siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 26(3), 233–242.

Putri, A. L., & Lestari, S. (2024). Program pembiasaan harian sebagai strategi penguatan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 9(1), 55–67.

Rahmawati, S. (2022). Peran budaya sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik sekolah dasar. Jurnal Manajemen Pendidikan, 14(2), 201–212.

Sari, Y. (2023). Keteladanan guru dalam pendidikan karakter berbasis pembiasaan.

Susilo, F., & Ramadan, Z. H. (2021). Analisis pendidikan karakter melalui budaya sekolah di kelas III madrasah ibtidaiyah. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 1919–1929.

Utami, F., & Wibowo, A. (2023). Budaya positif sekolah dan pengaruhnya terhadap iklim belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 8(2), 119–130.

Published

2026-10-17