Sanggar Tari Sebagai Lembaga Pendidikan Nonformal Dalam Pelestarian dan Pengembangan Tari Jaipongan

Authors

  • Shafira Rhamadhan Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Jaeni Jaeni Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Yahfenel Evi Fussalam Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

DOI:

https://doi.org/10.59024/jipa.v4i3.2035

Keywords:

sanggar tari, pendidikan nonformal, Jaipongan, pembelajaran tari, regenerasi seni

Abstract

Sanggar tari merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi melalui proses pembelajaran dan regenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sanggar Getar Pakuan Bogor sebagai lembaga pendidikan seni nonformal dalam pelestarian dan pengembangan tari Jaipongan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Getar Pakuan tidak hanya berfungsi sebagai ruang latihan pertunjukan, tetapi berkembang menjadi lembaga pendidikan seni yang memiliki sistem pembelajaran terstruktur. Sistem pembelajaran dilakukan melalui tahapan kelas berdasarkan kemampuan peserta didik, mulai dari tingkat pemula hingga tingkat mahir. Melalui sistem tersebut, sanggar berperan dalam membangun kompetensi teknik tari, pemahaman budaya, serta proses regenerasi penari Jaipongan. Dengan demikian, Sanggar Getar Pakuan memiliki kontribusi penting sebagai ruang pendidikan nonformal dalam mempertahankan keberlanjutan seni tari Sunda.

Downloads

Published

2026-07-23