Sakral Dan Sekuler Tari Gandrung Monang-Maning Denpasar

Authors

  • Ni Made Alit Suastiani Institut Seni Indonesia Bali

DOI:

https://doi.org/10.59024/jipa.v4i3.1815

Keywords:

tari gandrung, sakral, sekuler, Monang-Maning Denpasar

Abstract

Tari gandrung merupakan tarian sakral yang sering dipentaskan dipura majapahit banjar monang-maning denpasar, serangkaian upacara piodalan dipura tersebut. Tarian ini dipentaskan pada purnama keemen nutug ketelun ( tiga hari setelah piodalan) dalam kalender bali, seiring perkembangan jaman tariaan ini mengalami pergeseran dari sakral ke propan. Permasalahannya adalah tarian yang tergolong sakral ini bisa di pentaskan di tempat umum. Tulisan ini bertujuan mengupas tuntas tentang  fenomena perubahan dari sakral ke sekuler. Metode yang digunakan dalam mengkaji permasalahan tersebut adalah metode deskriptif kualitatif. Untuk membedah permasalahan yang diajukan digunakan teori perubahaan sosial, teori struktural fungsional, teori estetika. Hasil penelitian menunjukan bahwa sakral dan sekunder tari gandrung monang-maning denpasar dapat dilihat dari tempat pertunjukan tarian gandrung tersebut dan juga dari kostum atau busana yang digunakan apa bila ditarikan dipura akan menggunakan kostum yg disakralkan dan apa bila ditarikan diluar konteks pura akan menggunakan kostum yang berupa duplikatnya

Downloads

Published

2026-07-15