Tata Kelola Sanggar Seni Dalam Ekosistem Tari Jaipong: Studi Kasus Sanggar Galura Kencana Kabupaten Garut
DOI:
https://doi.org/10.59024/jipa.v4i3.1813Keywords:
Tata Kelola Seni, Sanggar Seni, Tari Jaipong, Ekosistem Seni, GarutAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata kelola sanggar seni dalam mengelola Tari Jaipong sebagai bagian dari ekosistem seni daerah, dengan studi kasus di Sanggar Galura Kencana Kabupaten Garut. Sanggar seni memiliki peran penting sebagai ruang produksi, distribusi, dan keberlanjutan seni tari tradisional yang berhadapan langsung dengan dinamika sosial, budaya, dan ekonomi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis dokumen sanggar, serta penelaahan praktik tata kelola seni yang meliputi aspek organisasi, pengelolaan sumber daya manusia, pendanaan, fasilitas, dan jejaring kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola Sanggar Galura Kencana dibangun melalui sistem manajemen berbasis komunitas yang terintegrasi antara kegiatan pelatihan tari, pengelolaan kostum dan sarana pendukung, serta keterlibatan aktif dalam jaringan seni dan budaya lokal. Meskipun menghadapi keterbatasan dukungan pendanaan dan meningkatnya persaingan antar sanggar, Sanggar Galura Kencana mampu mempertahankan eksistensi dan keberlanjutan Tari Jaipong melalui kualitas artistik, pengalaman pengelolaan, serta strategi adaptif terhadap perkembangan ekosistem seni. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola sanggar seni yang berkelanjutan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan seni tari tradisional di tengah perubahan budaya kontemporer.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







