Tapuk Manggis Karya I Ketut Gede Asnawa Sebagai Sebuah Karya Seni Musik Gong Kebyar Kreasi Bali : Sebuah Mode Kreativitas dalam Estetika Tabuh Lima Lelambatan
DOI:
https://doi.org/10.59024/jipa.v4i3.1812Keywords:
karawitan Bali, lelambatan kreasi, estetika, kreativitasAbstract
Perkembangan seni karawitan Bali menunjukkan adanya transformasi kreatif yang tetap berpijak pada tradisi musikal Bali. Salah satu bentuk perkembangan tersebut tampak pada hadirnya komposisi Tabuh Lima Lelambatan Kreasi Tapuk Manggis karya I Ketut Gede Asnawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komposisi, nilai estetika, dan bentuk kreativitas dalam karya tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan menggunakan teori etnomusikologi, teori estetika, dan teori kreativitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tapuk Manggis merupakan pengembangan dari tradisi lelambatan pegongan yang tetap mempertahankan struktur dasar seperti gegineman, pengrangrang, pengawak, pengisep, dan pengecet, namun mengalami pengembangan pada pola ritmis, dinamika musikal, ornamentasi, serta eksplorasi teknik permainan instrumen. Nilai estetika karya tampak pada keseimbangan tempo, dinamika, dan pengolahan suasana musikal yang terinspirasi dari metafora gerak layangan janggan. Kreativitas I Ketut Gede Asnawa terlihat melalui reinterpretasi bentuk tradisi tanpa meninggalkan pakem karawitan Bali. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi dalam karawitan Bali dapat berlangsung melalui proses kreatif yang tetap menjaga identitas musikal tradisi. Temuan penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian seni karawitan Bali, khususnya pada pengembangan lelambatan kreasi Gong Kebyar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







