Dalihan Na Tolu dalam Perspektif Eskatologi dan Relevansinya Bagi Misi Gereja Katolik

Authors

  • Martina Rosmaulina Marbun STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Rikki Makkirap Simamora STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Kristiana Liliejeri Lase STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Cahyaningsih Paskalia Humendru STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Sabar Berkat Hulu STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Atanasius Zai STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Bonifasius Gulo STP Dian Mandala Gunungsitoli

DOI:

https://doi.org/10.59024/jipa.v4i2.1767

Keywords:

Church mission, Dalihan Na Tolu, Eschatology, Inculturation, Socio-Cultural Values

Abstract

This research aims to examine the values contained in Dalihan Na Tolu through the perspective of Christian eschatology and examine its relevance to the mission of the Catholic Church in society. Dalihan Na Tolu as a socio-cultural system of the Batak community contains the values of respect, solidarity, responsibility, and brotherhood which play an important role in building social harmony. This research uses a qualitative method with a library research approach through the collection of data from various books, journals, Church documents, and scientific sources relevant to the research theme. The results of the study show that the values in Dalihan Na Tolu are related to eschatological expectations in the Christian faith, especially in building a life that reflects the love, brotherhood, and fellowship that God wills. In addition, Dalihan Na Tolu also has relevance in the Church's mission as a means of inculturation in the proclamation of the Gospel that is more contextual in the Batak community. Thus, local culture is not seen as an obstacle to faith, but rather as a means that can support the realization of the values of God's Kingdom in common life.

References

Benedict XVI. (2007). Spe salvi: Ensiklik tentang harapan kristiani. Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia.

Boni, H. (2021). Kearifan lokal sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu dalam merajut harmoni sosial di kawasan Danau Toba. Aceh Anthropological Journal, 5(1). https://doi.org/10.24014/sb.v18i2.12850

Fransiskus. (2020). Fratelli tutti: Ensiklik tentang persaudaraan dan persahabatan sosial. Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia.

Hamid, A., Ritonga, S., & Nasution, A. M. (2024). Kearifan lokal Dalihan Na Tolu sebagai pilar toleransi beragama pada masyarakat Tapanuli Selatan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 13(1). https://doi.org/10.23887/jish.v13i1.74809

Hutasoit, H., & Siagian, R. (2025). Integrasi Dalihan Na Tolu ke dalam pelayanan gerejawi: Sebuah studi teologis kontekstual dalam kerangka budaya Batak. Studi Agama dan Budaya, 2. https://doi.org/10.64099/qjtcwg31

Kongregasi Ajaran Iman. (2007). Katekismus Gereja Katolik (Catechismus Catholicae Ecclesiae) (H. Embuiru, Trans.). Nusa Indah.

Konsili Vatikan II. (1993). Konstitusi pastoral tentang gereja di dunia dewasa ini (Gaudium et spes) (R. Hardawiryana, Trans.). Dalam Dokumen Konsili Vatikan II. Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI–Obor.

Manullang, M. (2018). Inkulturasi Dalihan Na Tolu sebagai bentuk misi gereja di Tanah Batak. Jurnal Teologi Cultivation, 2(1). https://doi.org/10.46965/jtc.v2i1.193

Nababan, T., & Pasaribu, E. (2021). Nilai-nilai budaya Dalihan Na Tolu sebagai dasar pendidikan karakter masyarakat Batak Toba. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 189–201. https://doi.org/10.24832/jpnk.v6i2.2215

Oktafia, D., Dora, N., & Syafitri. (2025). Dalihan Na Tolu sebagai falsafah etnik Batak di Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(2). https://doi.org/10.61722/jinu.v2i2.3802

Paul VI. (1990). Lumen gentium: Konstitusi dogmatis tentang gereja. Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia.

Paul VI. (2005). Evangelii nuntiandi: Imbauan apostolik tentang pewartaan Injil. Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia.

Pontifical Council for Justice and Peace. (2004). Compendium of the social doctrine of the church. Libreria Editrice Vaticana.

Resdati. (2022). Eksistensi nilai Dalihan Na Tolu pada generasi muda Batak Toba di perantauan. Jurnal Sosial Budaya, 19(1). https://doi.org/10.24014/sb.v18i2.12850

Saleh, S. (2018). Analisis data kualitatif. Pustaka Ramadhan.

Siahaan, J., & Barus, A. (2023). Fungsi dan makna Dalihan Na Tolu bagi suku Batak Toba: Studi tradisi lisan. Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 2.

Simanjuntak, H. (2005). Dalihan Na Tolu: Nilai-nilai budaya yang hidup: Sebuah warisan bagi generasi muda. O.C. Kaligis & Associates.

Simatupang, H., & Sinaga, R. (2022). Aktualisasi nilai Dalihan Na Tolu dalam membangun kerukunan antarumat beragama di masyarakat Batak Toba. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 8(2), 145–156. https://doi.org/10.24114/antro.v8i2.35678

Siregar, M., & Harahap, D. (2023). Peran kearifan lokal Dalihan Na Tolu dalam penguatan moderasi beragama di Sumatera Utara. Jurnal Harmoni, 22(1), 67–81. https://jurnalharmoni.kemenag.go.id/index.php/harmoni/article/view/622

Zulkarnain, Simorangkir, J., & Silitonga, E. (2023). Teologi toleransi dalam Dalihan Na Tolu: Kajian teologi religionum menemukan nilai-nilai toleransi di dalam budaya Dalihan Na Tolu sebagai jembatan teologi dan budaya. Jurnal Teologi Cultivation, 7(1).

Downloads

Published

2026-04-30