Konsep Surga dan Neraka dalam Budaya Nias serta Implikasinya bagi Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik

Authors

  • Sergius Lay STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Junita Hulu STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Selvianti Dakhi STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Yasman Handayani Lase STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Natalia Harefa STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Atanasius Zai STP Dian Mandala Gunungsitoli
  • Antonius P Sipahutar STP Dian Mandala Gunungsitoli

DOI:

https://doi.org/10.59024/jipa.v4i2.1761

Keywords:

Escatology, Heaven And Hell, Inculturation, Nias Culture, PAK Implications

Abstract

This research investigates the concepts of heaven and hell within Nias culture and compares them with Catholic Church teachings, exploring their implications for Catholic Religious Education (PAK). Driven by the disparity in eschatological understanding between local culture and Catholic doctrine, and the crucial role of inculturation in faith life, a qualitative approach employing literature review was adopted. Data sources included Church documents, books, and relevant scholarly journals. Findings reveal that Nias culture perceives post-mortem existence not as a dualistic heaven or hell, but as a continuation in the spirit world, influenced by social status and adherence to tradition. In contrast, Catholic teachings define heaven and hell as outcomes of humanity's relationship with God. The inculturation process highlights a dialogue between cultural values and Christian faith, demonstrating that integrating local cultural values into PAK can enhance students' faith experience, making learning more relevant and transformative within their contexts.

References

Halawa, M.V., & Rustandi. (2017). Adu Zatua dan Kepercayaan Leluhur dalam Budaya Nias. Jurnal Lektur Keagamaan, 15(1).

Halawa, Maria Veronika, & Rustandi, A. (2017). Budaya Adu Zatua di Nias Sumatera Utara. Jurnal Seni Budaya, 15(2).

Halawa, S. B., Telaumbanua, S., & Syahfitri, D. (2023). Nilai Budaya Nias dalam Teks “Hikaja Duada Hiya” sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Educatio, 9(4).

Harming, Ginting, A. S., Hu, S. A., & Tarigen, N. B. (2025). Injil dan Pluralitas Budaya Asia: Studi Narator Matius 28:19-20. Jurnal Teologi Kristen, 6(2).

Hulu, S. D., & Daeli, O. O. (2025). Integrasi Amaedola dalam Konteks Pastoral Gereja Katolik di Nias Indonesia. Focus, 6(1), 67-80.

Konsili Vatikan II. (1965). Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa Ini (Gaudium et Spes). Dalam R. Hardawiryana (Penerj.), Dokumen Konsili Vatikan II. Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Konsili Vatikan II. (1991). Dekrit tentang Misioner (Ad Gentes). Dalam R. Hardawiryana (Penerj.), Dokumen Konsili Vatikan II. Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Mangentang, M. (2024). Transformasi Makna Kematian dalam Kepercayaan Suku Nias: antara Warisan Budaya dan Konteks Kekristenan. Jurnal Manna Rafflesia, 11(1).

Manurung, W. T. R., Pattinaja, A. A., & Kiamani, A. (2024). Analisis Tematik tentang Surga, Neraka, dan Tribulasi: Kajian Eskatologi sebagai Implikasi bagi Anak Muda. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja, 8(1).

Ndruru, P. Y. I. J., Utomo, B. S., & Suparman. (2024). Menelaah Tradisi Foola Jimate dalam Masyarakat Nias: Sebuah Tinjauan Teologis-Kritis. Jurnal Teologi Kristen, 5(1).

Ndruru, Y. M., Halawa, M. V., & Harefa, Y. (2024). Religiusitas dan Budaya Nias dalam Perspektif Antropologi Agama. Jurnal Antropologi Indonesia. Jurnal Antropologi Indonesia, 45(2).

Paus Fransiskus. (2014). Seruan Apostolik tentang Sukacita Injil (Evangelii Gaudium) (F.X. Adisusanto & Bernadeta Harini Tri Prasasti (penerj.)). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Paus Yohanes Paulus II. (2007). Katekismus Gereja Katolik (Catechismus Catholicae Ecclesiae) (H. Embuiru (penerj.)). Nusa Indah.

Sampouw, F. A., Stefanus, O. A., & Windarti, M. T. (2025). Relevansi Budaya dan Adat Indonesia terhadap Teologi Kristen. Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi, 2(1).

Supriadin, I., & Pababari, M. (2024). Dialektika dan Proses Inkulturasi Agama dan Budaya Lokal di Indonesia. Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 16(2).

Tasey, A., Lawolo, M. D., Buan, Y., & Buaya, N. H. (2025). Analisis Teologis Tentang Proktik Fanano Bunga Si Bohou di Lingkungan Gereja Agowuloa Fa’awesa Khe Yesus (AFY). Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 6(2), 85-101.

Telaumbanua, T. (2021). Dunia Orang Mati Menurut Kepercayaan Masyarakat Nias. Jurnal Sundermann: Ilmiah Teologi, 14(1).

Telaumbanua, T., & Hummel, U. (2015). Salib dan Adu: Studi Sejarah dan Sosial Budaya tentang Perjumpaan Kekristenan dan Kebudayaan Asli di Nias dan Pulau-Pulau Batu, Indonesia (1865-1965). BPK Gunung Mulia.

Wau, N., & Lim, B. (2024). Pendekatan Dynamic Equivalence dalam penggunaan Chant Hoho Suku Nias: Sebuah Upaya Kontekstualisasi Ibadah. Jurna Teologi dan Misi, 7(2).

Wijaya. (2024). Aliran Kepercayaan dan Kebatinan: Sebuah Fenomena Keindonesiaan. Jurnal Studi Agama, 8(2).

Downloads

Published

2026-04-30