Tuhan sebagai Penyebab Pertama: Perbandingan Pemikiran Thomas Aquinas dan Teori Asal-Usul Alam Semesta serta Relevansinya bagi Kosmologi Modern
DOI:
https://doi.org/10.59024/jipa.v4i2.1755Keywords:
Big Bang, Cosmology, First Cause, God, Thomas AquinasAbstract
Discussions regarding the origins of the universe have been a focus in philosophy and science, particularly regarding the relationship between the concept of God and modern cosmology. The concept of God as the prima causa is considered the core of classical cosmology, while modern cosmology posits that the universe has a beginning of time. This study aims to observe and analyze the comparison of the concept of God as the first cause by Thomas Aquinas and the Big Bang theory of modern cosmology. The method used is a literature study by examining various philosophical and scientific sources. The results of this study will emphasize the fundamental differences between Thomas Aquinas's approach to God as the first cause metaphysically and the approach of the theory of the origin of the universe (Big Bang theory) which focuses on the physical processes of the universe. Although there are different approaches, there are points of dialogue that open up space for integration between philosophy and modern cosmology.
Abstrak. Diskusi berkaitan asal-usul alam semesta sudah menjadi sorotan dalam filsafat dan sains, khususnya mengenai hubungan antara konsep ketuhanan dan kosmologis modern. Konsep ketuhanan sebagai causa prima dinilai sebagai inti kosmolgis klasik sedangkan kosmologis modern mengangkat bahwa alam semesta ada permulaan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis perbandingan konsep Tuhan sebagai penyebab pertama oleh Thomas Aquinas dan teori Big Bang dari kosmologis modern. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber filsafat dan sains. Hasil penelitian ini akan menekankan perbedaan fundamental berkaitan pendekatan Thomas Aquinas mengenai Tuhan sebagai penyebab pertama secara metafisik dengan pendekatan teori asal-usul alam semesta (teori Big Bang) yang berfokus pada proses fisik alam semesta. Walaupun ada pendekatan yang berbeda namun ada titik dialog yang membuka ruang integrasi antara filsafat dan kosmologi modern.
References
Anam, K., & Sofa, A. R. (2025). Penerapan integrasi ilmu pengetahuan dan agama berdasarkan dalil Al-Qur'an: Studi kasus di MTs Raudlatul Hasaniyah Mojolegi Gading Probolinggo dengan fokus pada teori Big Bang, embriologi, dan lapisan atmosfer. Jurnal Riset Ilmu Islam, 2(2). https://doi.org/10.61132/karakter.v2i2.521
Arif, M., et al. (2025). Perbandingan teori pembentukan alam semesta: Big Bang vs steady state dalam perspektif kosmografi. Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 4(1). https://doi.org/10.55606/jurrimipa.v4i1.5536
Bertens, K., Ohoitimur, J., & Dua, M. (2018). Pengantar filsafat. PT Kanisius.
Bevans, S. B. (2010). Teologi dalam perspektif global. Ledalero.
Dewi, A. P., et al. (2024). Ontologi sains modern: Fondasi filsafat di balik pengetahuan ilmiah. Jurnal Bintang Manajemen, 2(4). https://doi.org/10.55606/jubima.v2i4.3427
Fatmasari, F., et al. (2025). Konsep teori Big Bang perspektif Al-Qur'an. Al-Iqro': Journal of Islamic Studies, 2(1). https://doi.org/10.54622/aijis.v2i1.421
Gunawan, L. A. S. (2020). Rekonsiliasi kosmologis antara teorema penciptaan dan teori evolusi. Logos: Jurnal Filsafat-Teologi, 17(2). https://doi.org/10.54367/logos.v17i2.804
Hadiwijono, H. (1989). Sari sejarah filsafat Barat (Vol. 1). Kanisius.
Halawa, R. V. (2022). Tuhan sebagai pencipta: Konsep penciptaan jagat raya berdasarkan Kitab Kejadian pasal 1–2. Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi, 5(1). https://doi.org/10.47457/phr.v5i1.229
Handro, S., & Kusuma, F. P. (2025). Keberadaan Tuhan di era postmodern: Relevansi argumen Anselmus dan lima jalan Aquinas bagi teologi kontemporer. Jurnal Pastoral Konseling, 6(2).
Kebung, K. (2022). Sejarah filsafat Barat. Cerdas Pustaka.
Kurniawan, B. (2020). Relasi filsafat dan sains dalam kajian kosmologi modern. Jurnal Ilmu Filsafat, 18(2).
Leahy, L. (1986). Kosmos, manusia dan Allah. Kanisius.
Pranowo, Y. (2023). Refleksi filosofis atas kosmologi dan alam semesta. Humanika, 23(2). https://doi.org/10.21831/hum.v23i2.60672
Pratama, A. F., et al. (2024). Misteri terbesar kosmos: Memecahkan kode luas alam semesta. Al-Irsyad Journal of Physics Education, 3(1). https://doi.org/10.58917/ijpe.v3i1.90
Roth, J. K. (2003). Persoalan-persoalan filsafat agama. Pustaka Pelajar.
Setiawan, W., & Riyanto, A. (2023). Refleksi filosofis tentang Allah sang ada dalam metafisika Thomas Aquinas. Jurnal Humaniora dan Teknologi, 9(2). https://doi.org/10.34128/jht.v9i2.143
Siswadi, G. A. (2021). Argumen logis tentang eksistensi Tuhan dalam wacana filsafat ketuhanan. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 12(2). https://doi.org/10.25078/sjf.v12i2.2626
Soegijanto, T. (2022). Tinjauan sains dan teologi penciptaan terhadap pandangan kreasionis bumi muda dan kreasionis bumi tua. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 5(1). https://doi.org/10.34081/fidei.v5i1.305
Wardani. (2015). Argumen eksistensi Tuhan dalam metafisika Ibn Rusyd dan St. Thomas Aquinas. Kanz Philosophia, 5(1). https://doi.org/10.20871/kpjipm.v5i1.86
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







