Pemanfaatan Hasil Olah Sistem Ipal Air Limbah Domestik Di Pt. X Bandar Lampung

Authors

  • Dian Wulandari Universitas Malahayati
  • Hardoyo Hardoyo Universitas Malahayati
  • Sulastri Sulastri Universitas Malahayati

DOI:

https://doi.org/10.59024/jikas.v4i2.1802

Keywords:

Air Limbah Domestik, Pemanfaatan Limbah, Pemantauan Kualitas Air.

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat di Indonesia telah mendorong pertumbuhan industri secara signifikan. Meskipun memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, pertumbuhan industri juga menimbulkan dampak negatif apabila tidak diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang baik, seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Salah satu solusi yang dapat diterapkan dalam mengurangi dampak tersebut adalah pengelolaan limbah cair melalui sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). PT. X, sebagai perusahaan BUMN, turut berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan melalui penerapan IPAL. Fokus IPAL di PT. X meliputi perencanaan dan rekayasa instalasi, audit dan inspeksi sistem air, serta monitoring dan pengujian kualitas limbah, khususnya limbah domestik. Limbah domestik, yang berasal dari aktivitas rumah tangga seperti air bekas mandi, mencuci, dan dapur, diolah melalui metode IPAL agar dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan non-konsumsi, seperti penyiraman tanaman dan irigasi. Pengolahan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

References

A. Fajarwati, Perencanaan Sistem Pembuangan Air Buangan Domestik Kota Palembang (Studi Kasus: Kecamatan Ilir Timur I dan Kecamatan Ilir Timur II), Bandung: ITB, 2008.A. U, "Kinerja Sistem Lumpur Aktif pada Pengolahan Limbah Cair," 2006.

Bakkara , C. G., & Purnomo , A. (2022). Kajian Instalasi Pengolahan Air limbah Domestik

Terpusat di Indonesia . Jurnal Teknik ITS Vol. 11, No. 3, D75.

D. Rukandar, Pencemaran Air Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya, Banten: DLHK, 2021.

Eddy, "Karakteristik Limbah Cair," Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan , vol. 2, 2008. Efbertias Sitorus, Proses Pengolahan Limbah, Jakarta: Yayasan Kita Menulis, 2021. Intan R, Performa Reaktor Down-Flow Hanging Sponge (DHS) dalam Mengolah Air

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 Tentang Baku Mutu Limbah Domestik.

Keputusan Nomor: KEP-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri.

Kurniawan, A., Setyorini, T., & Kautsar, V. (2023). Pengaruh Dosis Pupuk Hijau (Leucaena leucocephala) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena) di Berbagai Jenis Tanah . Jurnal Ilmiah

Limbah Domestik., Jakarta: Universitas Indonesia Press, 2012.

M. Subhi, Perizinan Pembuangan Limbah Cair Kegiatan Industri Dalam Hubungannya Dengan Pengendalian Pencemaran Air (Studi Di Kabupaten Ketapang), Ketapang, 2018.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No.68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah.

Peraturan Pemerintah No.22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pertanian Vol. 20 No 3.

R. Mulia, Kesehatan Lingkungan, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005.

Sawyer, C.N., McCarty,P.L. and Parkin G.F., Chemistryfor Environmental and Engineering Science, New York: McGraw Hill Inc, 2003.

Sugiharto, Dasar-Dasar Pengelolaan Air Limbah, Jakarta: Universitas Indonesia Press, 2008 Sugiharto, Dasar-Dasar Pengolahan Air Limbah, Jakarta: Universitas Indonesia Press, 2007. Wicaksono, P. S., & Putro, R. K. H. (2022). Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Berdasarkan Dokumen RKL-RPL Rinci di Ipal Komunal PT.X. Indonesian Journal of Applied Science and Technology, 3(2), 89-95. Willey, J.M.,

L.M. Sherwood, and C.J. Woolverton, Prescott, Haley, and Klein's Microbiology, Boston: McGraw,2008

Downloads

Published

2026-05-28