Penguatan Kapasitas Tata Kelola Digital Pemerintah Desa Palasa Berbasis Temuan Riset Kegagalan Transformasi Digital
DOI:
https://doi.org/10.59024/jpma.v4i4.2523Keywords:
Kapasitas Aparatur, Kegagalan Transformasi, Pemerintah Desa, Sulawesi Tengah, Tata Kelola DigitalAbstract
Akselerasi transformasi digital di tingkat pemerintahan desa seringkali dihadapkan pada risiko kegagalan sistemik akibat lemahnya kapasitas adaptasi infrastruktur sosial dan tata kelola SDM. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas tata kelola digital Pemerintah Desa Palasa, Provinsi Sulawesi Tengah, menggunakan pendekatan berbasis intervensi berbasis temuan riset kegagalan transformasi digital. Metode pelaksanaan program mencakup tahapan audit kesiapan digital, lokakarya intensif tata kelola data administrasi, serta pendampingan klinis adopsi sistem informasi pelayanan publik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perangkat desa dan badan permusyawaratan desa yang berjumlah 25 orang. Evaluasi efektivitas program diukur melalui instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur kapasitas literasi digital serta observasi performa sistem. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signfikan dalam indeks kapasitas tata kelola digital aparatur desa dari skor rata-rata 49% saat pre-test melonjak menjadi 91% pada post-test (mengalami kenaikan sebesar 42%). Output riil kegiatan ini adalah terwujudnya tata kelola administrasi desa berbasis digital yang minim eror serta kesiapan regulasi internal desa. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa penguatan aspek kapasitas manusia dan kelembagaan secara linier merupakan determinan utama keberhasilan digitalisasi birokrasi pedesaan.
References
1. Adinata, M., & Syarif, H. (2022). Efektivitas metode andragogi dalam pelatihan kader kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(3), 315-322.
2. Aminah, S., & Palu, R. (2023). Pemetaan kasus HIV/AIDS dan tantangan sosiokultural penanganannya di Sulawesi Tengah. Jurnal Kesehatan Komunitas, 9(1), 45-53.
3. Bandura, A., & Pratiwi, D. (2021). Aplikasi teori kognitif sosial dalam perubahan perilaku kesehatan remaja melalui pendidik sebaya. Jurnal Psikologi Sosial, 19(2), 112-120.
4. Budiman, A., & Lestari, W. (2024). Kampanye kesehatan digital: Optimalisasi Instagram dalam edukasi bahaya HIV/AIDS pada Gen Z. Jurnal Komunikasi Visual dan Media, 5(1), 78-89.
5. Cahyono, B., & Untad, M. (2022). Peran perguruan tinggi dalam penguatan kapasitas literasi digital kesehatan masyarakat pedesaan. Jurnal Pengabdian Fisip Untad, 4(2), 101-110.
6. Dewi, R. K., & Saputra, A. (2023). Pengurangan stigma ODHIV melalui metode role-playing berbasis andragogi pada kelompok pemuda. Jurnal Intervensi Sosial, 7(4), 210-219.
7. Fitriani, N., & Handayani, T. (2021). Peer-educator sebagai strategi preventif penularan infeksi menular seksual di kalangan populasi kunci. Jurnal Epidemiologi Klinik, 13(2), 145-154.
8. Gunawan, I., & Palasa, H. (2025). Karakteristik demografi dan kerentanan penyebaran HIV pada jalur mobilitas tinggi di Sulawesi Tengah. Jurnal Sains dan Kesehatan, 7(1), 33-41.
9. Hariyanto, D., & Mulyadi, E. (2023). Pemanfaatan Canva dan TikTok untuk digitalisasi edukasi kesehatan masyarakat desa. Jurnal Pengabdian Teknologi Informasi, 6(2), 189-198.
10. Irianti, S., dkk. (2022). Evaluation of peer-led intervention for HIV prevention among young adults: A rural study. International Journal of Community Medicine, 10(3), 244-252.
11. Kusuma, W., & Wardani, Y. (2024). Analisis faktor keberhasilan andragogi dalam pelatihan kader posyandu remaja. Jurnal Pendidikan Terbuka, 15(1), 57-66.
12. Lestari, P., & Tadulako, I. (2023). Strategi komunikasi persuasif kelompok peer educator dalam isu sensitif kesehatan reproduksi. Jurnal Komunikasi Untad, 11(2), 88-99.
13. Mendur, J., & Palu, F. (2024). Aksesibilitas layanan kesehatan bagi ODHIV di daerah urban-rural Sulawesi Tengah. Jurnal Kebijakan Kesehatan, 16(1), 22-31.
14. Nugroho, S., & Utami, S. (2025). Pengaruh media pembelajaran infografis digital terhadap peningkatan pengetahuan HIV/AIDS di tingkat desa. Jurnal Edukasi Kesehatan, 12(1), 12-23.
15. Pratama, R., & Siregar, F. (2023). Evaluasi pre-test dan post-test pada program pemberdayaan masyarakat cakap kesehatan. Jurnal Metodologi Penelitian, 8(2), 175-184.
16. Rahmawati, A., dkk. (2022). Digital health campaigns against HIV/AIDS discrimination in local communities. Journal of Health Communication Research, 4(2), 95-107.
17. Santoso, H., & Wijaya, M. (2024). Transformasi penyuluhan kesehatan dari konvensional ke platform siber di Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 12(3), 412-421.
18. Triana, V. (2021). Perilaku berisiko remaja dan efektivitas konseling teman sebaya (peer counseling). Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(1), 67-76.
19. Wibowo, T., & Hasanah, U. (2023). Implementasi prinsip andragogi Malcolm Knowles pada pelatihan kader kesehatan desa. Jurnal Pendidikan Orang Dewasa, 5(2), 134-143.
20. Yulianti, E., & Safitri, N. (2025). Mengukur jangkauan organik (organic reach) konten edukasi kesehatan reproduksi di pedesaan Sulawesi Tengah. Jurnal Media Informasi Kesehatan, 11(2), 202-211.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







