Peningkatan Kapasitas Masyarakat sebagai Peer Educator dalam Pencegahan HIV/AIDS melalui Edukasi Berbasis Andragogi dan Kampanye Digital di Sulawesi Tengah

Authors

  • Dandan Haryono Universitas Tadulako
  • Fachrul Reza Universitas Tadulako
  • Aqib Aqib Universitas Tadulako
  • Sintya Ayu Universitas Tadulako
  • Alfiana Galuh Universitas Tadulako
  • Muhammad Alfian Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.59024/jpma.v4i4.2521

Keywords:

Andragogy, Digital Campaign, HIV/AIDS, Peer Educator, Health Belief Model, Central Sulawesi

Abstract

The high rate of HIV/AIDS transmission in Central Sulawesi requires community-based prevention strategies. This community service aims to increase community capacity in Palasa Village through the formation and training of peer educators. The method used combines andragogy-based education (adult learning) and digital campaign training using social media. This activity was attended by 25 youth and health cadres in Palasa Village. Program evaluation was conducted using a pre-test and post-test design as well as monitoring the digital content produced. The results of the service showed a significant increase in partners' knowledge regarding HIV/AIDS transmission and prevention by 42%. In addition, an active group of peer educators was formed and creative digital educational content was produced to reach the wider community. The andragogical approach proved effective in fostering active participation, while digital campaigns expanded the support for education beyond the geographical boundaries of the village. This study is further supported by theoretical perspectives from the Health Belief Model, diffusion of innovation, community empowerment, and behavior change communication as conceptual foundations for the program's success.

 

References

Adinata, M., & Syarif, H. (2022). Efektivitas metode andragogi dalam pelatihan kader kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(3), 315-322.

Aminah, S., & Palu, R. (2023). Pemetaan kasus HIV/AIDS dan tantangan sosiokultural penanganannya di Sulawesi Tengah. Jurnal Kesehatan Komunitas, 9(1), 45-53.

Bandura, A., & Pratiwi, D. (2021). Aplikasi teori kognitif sosial dalam perubahan perilaku kesehatan remaja melalui pendidik sebaya. Jurnal Psikologi Sosial, 19(2), 112-120.

Budiman, A., & Lestari, W. (2024). Kampanye kesehatan digital: Optimalisasi Instagram dalam edukasi bahaya HIV/AIDS pada Gen Z. Jurnal Komunikasi Visual dan Media, 5(1), 78-89.

Cahyono, B., & Untad, M. (2022). Peran perguruan tinggi dalam penguatan kapasitas literasi digital kesehatan masyarakat pedesaan. Jurnal Pengabdian Fisip Untad, 4(2), 101-110.

Dewi, R. K., & Saputra, A. (2023). Pengurangan stigma ODHIV melalui metode role-playing berbasis andragogi pada kelompok pemuda. Jurnal Intervensi Sosial, 7(4), 210-219.

Firmansyah, D., & Oktaviani, R. (2024). Strategi komunikasi perubahan perilaku dalam program kesehatan masyarakat berbasis komunitas. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 9(1), 45-56.

Fitriani, N., & Handayani, T. (2021). Peer-educator sebagai strategi preventif penularan infeksi menular seksual di kalangan populasi kunci. Jurnal Epidemiologi Klinik, 13(2), 145-154.

Gunawan, I., & Palasa, H. (2025). Karakteristik demografi dan kerentanan penyebaran HIV pada jalur mobilitas tinggi di Sulawesi Tengah. Jurnal Sains dan Kesehatan, 7(1), 33-41.

Hariyanto, D., & Mulyadi, E. (2023). Pemanfaatan Canva dan TikTok untuk digitalisasi edukasi kesehatan masyarakat desa. Jurnal Pengabdian Teknologi Informasi, 6(2), 189-198.

Irianti, S., dkk. (2022). Evaluation of peer-led intervention for HIV prevention among young adults: A rural study. International Journal of Community Medicine, 10(3), 244-252.

Kusuma, W., & Wardani, Y. (2024). Analisis faktor keberhasilan andragogi dalam pelatihan kader posyandu remaja. Jurnal Pendidikan Terbuka, 15(1), 57-66.

Lestari, P., & Tadulako, I. (2023). Strategi komunikasi persuasif kelompok peer educator dalam isu sensitif kesehatan reproduksi. Jurnal Komunikasi Untad, 11(2), 88-99.

Mendur, J., & Palu, F. (2024). Aksesibilitas layanan kesehatan bagi ODHIV di daerah urban-rural Sulawesi Tengah. Jurnal Kebijakan Kesehatan, 16(1), 22-31.

Nugroho, S., & Utami, S. (2025). Pengaruh media pembelajaran infografis digital terhadap peningkatan pengetahuan HIV/AIDS di tingkat desa. Jurnal Edukasi Kesehatan, 12(1), 12-23.

Prasetyo, B., & Handini, L. (2023). Adopsi difusi inovasi kesehatan digital pada masyarakat pedesaan: Tinjauan teori Rogers. Jurnal Inovasi Sosial dan Kesehatan, 6(2), 198-207.

Pratama, R., & Siregar, F. (2023). Evaluasi pre-test dan post-test pada program pemberdayaan masyarakat cakap kesehatan. Jurnal Metodologi Penelitian, 8(2), 175-184.

Rahmawati, A., dkk. (2022). Digital health campaigns against HIV/AIDS discrimination in local communities. Journal of Health Communication Research, 4(2), 95-107.

Ramadhan, F., & Kartika, S. (2022). Penerapan Health Belief Model dalam program pencegahan penyakit menular seksual pada remaja. Jurnal Perilaku Kesehatan Masyarakat, 10(1), 55-64.

Santoso, H., & Wijaya, M. (2024). Transformasi penyuluhan kesehatan dari konvensional ke platform siber di Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 12(3), 412-421.

Triana, V. (2021). Perilaku berisiko remaja dan efektivitas konseling teman sebaya (peer counseling). Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(1), 67-76.

Wibowo, T., & Hasanah, U. (2023). Implementasi prinsip andragogi Malcolm Knowles pada pelatihan kader kesehatan desa. Jurnal Pendidikan Orang Dewasa, 5(2), 134-143.

Yuliana, T., & Firmansyah, A. (2022). Pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal dalam penanggulangan HIV/AIDS di wilayah pedesaan. Jurnal Pemberdayaan Komunitas, 7(1), 30-39.

Yulianti, E., & Safitri, N. (2025). Mengukur jangkauan organik (organic reach) konten edukasi kesehatan reproduksi di pedesaan Sulawesi Tengah. Jurnal Media Informasi Kesehatan, 11(2), 202-211.

Downloads

Published

2026-10-17