Optimalisasi Pekarangan melalui Urban Farming: Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Boteng dalam Budidaya Sayuran Cepat Panen

Authors

  • Wildan Surya Wijaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Elias Bani Masan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Rida Efrilia Nur Shovia Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Anggini Lefteuw Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Hafidz Ramadhani Ayatullah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Mohammad Bayhaqie Febby Habibulloh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Farda Wali Aufa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Angella Rahma Aprilia Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Muhammad Zakee Rizkillah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Viola Rahma Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.59024/jpma.v4i4.2457

Keywords:

urban farming, pemberdayaan masyarakat, PKK, lahan terbatas, barang bekas

Abstract

Urban farming is an alternative approach to utilizing limited land for food crop cultivation in residential and community environments. This activity aimed to improve the knowledge and skills of women members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group in Boteng Village through socialization and training on urban farming of fast-growing vegetables using simple growing media and recycled materials. The activity was conducted on Saturday, August 8, 2026, at the Boteng Village Hall and was attended by approximately 50 participants. The methods included socialization on the concept and benefits of urban farming, an introduction to growing media, and hands-on planting practices using polybags and used plastic bottles. Participants were also provided with young plants, growing media, and seeds to support the continuation of cultivation activities independently. Evaluation results from the questionnaire showed a positive response from participants. As many as 84% of participants strongly agreed that the training was beneficial, 80% expressed a strong interest in implementing urban farming at home, and 78% strongly agreed that urban farming was suitable for limited land. In addition, 70% strongly agreed that they understood the concept of urban farming, while 72% strongly agreed that they were able to utilize used plastic bottles as planting media. These results indicate that the socialization and training activities improved participants understanding, skills, and interest in utilizing limited land and recycled materials for cultivation. Urban farming therefore has potential as a simple and productive approach to optimizing available spaces while promoting the reuse of household waste for agricultural activities.

References

Abdoellah, O. S., Schneider, M., Meilana, L., Yusep, N., Cisma, S., & Voletta, T. (2020). Homegarden commercialization : extent , household characteristics , and effect on food security and food sovereignty in Rural Indonesia. Sustainability Science, 15(3), 797–815. https://doi.org/10.1007/s11625-020-00788-9

Abdoellah, O. S., Suparman, Y., Safitri, K. I., Basagevan, R. M., Fianti, N. D., Wulandari, I., & Husodo, T. (2023). Food Security of Urban Agricultural Households in the Area of North Bandung, West Java, Indonesia. Sustainability, 15(24). https://doi.org/10.3390/su152416683

Artika, T. W., & Surahman, E. (2025). Pelatihan Urban Farming Hidroponik di Kecamatan Tembok. 2(1), 6–10.

Barokah, U., Rahayu, W., Antriyandarti, E., Maret, U. S., & Java, C. (2023). THE ROLE OF URBAN FARMING TO HOUSEHOLD FOOD SECURITY. 7(18), 526–538.

Esmail, S., & Oelbermann, M. (2022). Investigating Farmer Perspectives and Compost Application for Soil Management in Urban Agriculture in Mwanza, Tanzania. Frontiers in Soil Science, Volume 2-2022. https://doi.org/10.3389/fsoil.2022.905664

Faatan, P. E. I., Ek, B. I., Plastik, S. B., & Septiana, I. (n.d.). Pen{anfaatan barang bekas botol plastik dalan{ pembuatan.

Harani, A. R., Harani, A. R., Azmi, F. N., & Prassetyo, K. I. (2025). ASEAN Journal of Community A Collective Micro Food Farming : Maximizing the Limited Space of Urban Neighborhood A Collective Micro Food Farming : Maximizing the Limited Space of Urban Neighborhood. 9(2), 195–210.

Harianto, S., & Ridwan, A. (2026). Urban farming , poor households , and family food security : A study in metropolitan cities in Indonesia. 1–17.

Hidayat, K. F., Banuwa, I. S., Hendarto, K., Aman, A., & Sanjaya, P. (2022). Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung MENDUKUNG PROGRAM PROGRAM KEMANDIRIAN BAGI Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung. 01(01), 121–128.

Hortikultura, K., Urban, B., & Cemani, D. (2025). Pemberdayaan Perempuan Melalui Penguatan Ketahanan Pangan: Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Penggiat PKK dalam Pengembangan Komoditas Hortikultura Berbasis Urban Farming di Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo.

Indriyanti, D. R., Widiyaningrum, P., Dewi, P., & Eni, N. (2024). Pest and Disease Control Training for Women ’ s Urban Farming Group in Semarang , Indonesia. 4(May), 147–156.

Issn, T., & Online, M. (2024). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MENDUKUNG PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KELURAHAN. 4(02).

Istiqomah, N., Priambodo, M. P., Yunikawati, N. A., & Puspasari, Y. (2024). Pelatihan Hidroponik bagi Ibu-Ibu PKK untuk Menciptakan Kawasan Urban Farming. 8(2), 202–211.

Lor, D., Sukodono, K., Timur, J., Agroteknologi, P., Pertanian, F., Islam, U., Jl, J., & Mojo, K. (2016). PKM PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DENGAN MODEL URBAN FARMING DI DESA. 2, 6–10.

Perwita, S., Ignatia, R., Pertanian, F., Katolik, U., Karya, W., Teknik, F., Katolik, U., Karya, W., & Blimbing, K. (2023). ORGANIC URBAN FARMING PENDUKUNG KETAHANAN PANGAN. 8(2), 47–55.

Polybag, D. I. (2020). No Title. 2, 67–70.

Prihartini, N. T., Fadilah, N., Fahmi, M. Z., & Khan, A. I. (2026). Sosialisasi Urban Farming di Daerah Perkotaan. 6, 14–19.

Saputro, A. S., Solihah, E. N., & Gondangrejo, K. (2023). Menekan Pengeluaran Belanja Harian Sayur Rumah Tangga : Sebuah Pelatihan Pembuatan Media Tanam Sayuran untuk Budidaya Polybag Dusun desa yang berada di pinggiran Kota dengan daerah perkotaan lain yaitu lahan pekarangan sempit bahkan tidak ada lahan tersisa . Lahan di Sanggrahan sebagian besar digunakan untuk untuk pertanian konvensional kurang memadai . dapat bercocok tanam karena lokasi minim pekarangan tersisa . Padahal jika pangan dapat mengurangi pengeluaran untuk pembelian bahan baku pangan . Salah satu solusi untuk bercocok tanam di adalah menggunakan sistem Sistem ini dipilih Budidaya dalam polybag adalah penanaman dengan memasukkan media tanam tertentu kedalam kantong plastik yang Bibit tanaman pada polybag umumnya berupa tanaman sayur yang berukuran kecil dengan jangka waktu tanam relatif singkat seperti kangkung darat , caisim , pak choy , Untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal dalam polybag perlu diberi media tanam yang tepat serta terdapat nutrisi sebagai pengganti pupuk dasar . Media tanam yang tepat dapat mencukupi oksigen ke perakaran tanaman , sehingga pertumbuhan 2022a ). Media tanam yang baik porous mampu menyediakan unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan tanaman ( Siregar , M . H ., & Rahmy , H . A , keuntungan hemat tempat sehingga cocok diterapkan di daerah perkotaan dengan lahan terbatas ( Ezperanza et al ., 2023 ). Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini agar warga Sanggrahan mampu membuat media tanam untuk budidaya sayur skala rumah tangga di polybag secara mandiri di. 55–63.

Schreinemachers, P., Kumar, S. S., & Uddin, N. (2025). Impact of home gardens promoted among urban residents in Dhaka ,. Food Security, 1039–1052. https://doi.org/10.1007/s12571-025-01543-7

Sitanggang, F. J., Utami, I. I., & Kamila, F. M. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Tanaman Cabai Rawit Dalam Polybag. 3(4). https://doi.org/10.35960/pimas.v3i4.1652

Downloads

Published

2026-10-15