Cegah Stunting Dengan Edukasi Pengelolaan Sampah Dan Jamban Sehat Melalui Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Pencegahan Kejadian Balita Stunting

Authors

  • Susanti Br Perangin-angin Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Dely Syaputri Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Samuel Halomoan Marganda Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Risnawati Tanjung Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Jernita Sinaga Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan

DOI:

https://doi.org/10.59024/jpma.v4i3.2302

Keywords:

Education, Campaign, Waste Management, Clean and Healthy Living Behavior (PHBS)

Abstract

Tingginya jumlah penduduk Indonesia yang disertai laju pertumbuhan yang cepat menyebabkan peningkatan volume sampah. Menurut Kementerian Dalam Negeri, populasi Indonesia mencapai 273,88 juta jiwa pada akhir 2021, yang turut mendorong besarnya produksi sampah (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, 2021). Pada tahun yang sama, timbulan sampah nasional dilaporkan sebesar 67,8 juta ton, dengan rata-rata per kapita sekitar 0,7 kg per hari (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2022). Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat menciptakan keragaman jenis sampah yang semakin kompleks. Gaya hidup praktis juga berkontribusi pada peningkatan sampah plastik, sehingga menimbulkan tantangan lingkungan yang signifikan di Indonesia. Tujuan umum kegiatan pemanfaatan sampah melalui pembuatan eco-enzyme adalah meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah dapur organik secara mandiri. Sementara itu, tujuan pelatihan pembuatan jamban sehat adalah meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat dengan menyediakan akses sanitasi dasar yang layak, aman, dan higienis melalui pembangunan jamban sehat berbasis partisipasi masyarakat. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan penerapan teknologi tepat guna untuk pengolahan sampah organik serta pembangunan jamban sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku mitra terkait pengelolaan sampah dan jamban sehat; mitra kini memiliki keterampilan mengelola sampah organik, membuat eco-enzyme dari bahan organik, dan membangun jamban sehat.

References

Abdullah, I., & Hartati, S. (2023). Pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui fermentasi eco enzyme berbasis komunitas. Abdimas Galuh, 6(2), 120–130.jurnal.unigal.ac

Boardman, A. E., Greenberg, D. H., Vining, A. R., & Weimer, D. L. (2018). Cost-benefit analysis: Concepts and practice (5th ed.). Cambridge University Press.

Chambers, R. (1994). The origins and practice of participatory rural appraisal. World Development, 22(7), 953–969. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90141-4

Cornwall, A., & Brock, K. (2005). Beyond buzzwords: “participation” and development processes. In B. Cooke & U. Kothari (Eds.), Participation: The new tyranny? (pp. 153–171). Zed Books.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Damanik, S. Dampak Sampah Terhadap Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat di Kota Tebing Tinggi. Jurnal Kesehatan Masyarakat. (2020). 9(1), 15-22.

Katadata. Timbulan Sampah Plastik Indonesia Terus Meningkat Hampir Sedekade. Databoks. (2024). Diambil dari https://databoks.katadata.co.id/lingkungan/statistik/fb170ca1688b4f1/timbulan-sampah-plastik- indonesia-terus-meningkat

Kementerian Dalam Negeri. (2021). Data jumlah penduduk Indonesia akhir 2021. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Stop Buang Air Besar Sembarangan di Indonesia. (2023) [PDF]

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. (2024). (SIPSN diambil dari https://sipsn.menlhk.go.id/

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Panduan Pengelolaan Sampah Organik Skala Rumah Tangga. Jakarta: (2020). KLHK.

Levy, P. S., & Lemeshow, S. (2013). Sampling of populations: Methods and applications (4th ed.). John Wiley & Sons.

Nasution S, Mu’arrif ZI, Harahap SB, Bustami. Efektivitas pelaksanaan pengabdian masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan. Rangguk: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2024;4(2):58–65.

Nurhasanah, N., & Setiawan, R. Strategi Penyuluhan Kesehatan untuk Perubahan Perilaku Sanitasi Lingkungan. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education. (2022). 10(1), 25–34.

Patil, S. R., Arnold, B. F., Salvatore, A. L., Briceno, B., Ganguly, S., Colford, J. M., Jr., & Rehfuess, E. (2014). The effect of community-level sanitation on child health: A systematic review and meta-analysis. PLOS Medicine, 11(10), e1001730. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1001730

Pell YM, Bale JS, Jasron JU, Bunganaen W, Mangesa DP, Nurhayati, Selan RN. Pelatihan

Pembuatan dan pemanfaatan eco enzyme di KUB Yomavi, Bello. Selaparang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan. 2022;6(4):2130–2137.

Putra VE, Fadila R, Lindawati D, Gupitasari JP, Andayani EA, Bekti YA. Pelatihan pembuatan eco enzyme sebagai alternatif pengelolaan sampah organik di Kota Batu. J Idaman. 2022;6(1):25–31

Tim Eco Enzyme Nusantara. Panduan Praktis Pembuatan Eco Enzyme. Jakarta: Komunitas Eco Enzyme Indonesia.(2021).

Wicaksono, W. M. Rendahnya Kesadaran Jadi Tantangan Pengelolaan Sampah. Kompas.id . (2024) diambil dari https://www.kompas.id/baca/nusantara/2024/05/27/rendahnya-kesadaran-jadi- tantangan- pengelolaan-sampah

World Health Organization. (2018). Planning, implementing and evaluating public health interventions: A practical guide. WHO Press.

Published

2026-07-27