Reorientasi Perlindungan Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi: Membangun Ekosistem Inovasi yang Berkeadilan melalui Pengabdian kepada Masyarakat di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.59024/jpma.v4i2.1744Keywords:
Colleges, Downstream Innovation, Intellectual Property, Sentra KI, Technology TransferAbstract
Intellectual property (IP) protection in higher education institutions has largely been viewed as an administrative requirement focused on documentation and registration volume. This creates a paradox, as increasing research outputs are not matched by adequate legal protection, innovation downstreaming, and societal utilization of research results. Therefore, a reorientation is needed to position IP protection as a strategic instrument for building a fair innovation ecosystem. This community engagement program was conducted in LLDIKTI Region I institutions through presentations, discussions, and strengthening IP center capacity. Activities focused on mapping IP systems, identifying management challenges, and reinforcing a paradigm oriented toward innovation downstreaming and public benefit. Results show improved participant understanding of shifting IP protection from an administrative to a strategic approach. IP is increasingly recognized as a tool for innovation, technology transfer, and institutional competitiveness. This reorientation emphasizes inventor rights protection, fair benefit distribution, and broader public access to innovation within a sustainable and equitable ecosystem.
References
Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development, 22(9), 1253–1268.
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. (2023). Ekraf Sumatera Utara berdikari dengan pelindungan aset kekayaan intelektual yang mumpuni.
Djumhana, M., & Djubaedillah, R. (2003). Hak milik intelektual: Sejarah, teori dan praktiknya di Indonesia. Citra Aditya Bakti.
Etzkowitz, H., & Leydesdorff, L. (2000). The dynamics of innovation: From national systems and “Mode 2” to a Triple Helix of university–industry–government relations. Research Policy, 29(2), 109–123.
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.
Margono, S. (2010). Hukum hak kekayaan intelektual (HKI): Komentar atas undang-undang rahasia dagang, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu. CV Pustaka Setia.
Maskus, K. E. (2000). Intellectual property rights in the global economy. Institute for International Economics.
Media Indonesia. (2023, August 18). Hilirisasi riset nasional dinilai masih lemah. Media Indonesia.
Mowery, D. C., & Sampat, B. N. (2005). Universities in national innovation systems. In J. Fagerberg, D. C. Mowery, & R. R. Nelson (Eds.), The Oxford handbook of innovation (pp. 209–239). Oxford University Press.
Nasution, B. J. (2016). Metode penelitian ilmu hukum. Mandar Maju.
Purwaningsih, E. (2005). Perkembangan hukum intellectual property rights. Ghalia Indonesia.
Rahardjo, S. (2006). Hukum dalam jagat ketertiban. UKI Press.
Ramadhan, M. C. (2020a). Buku pedoman pencegahan tindak pidana narkotika pada anak. LP2M Universitas Medan Area.
Ramadhan, M. C. (2020b). Hak cipta lagu atau musik (Tinjauan khusus mengenai royalti pencipta karya lagu atau musik pada hak mengumumkan). LP2M Universitas Medan Area.
Ramadhan, M. C. (2021). The law enforcement weakness of songs and musics copyright crimes. Jambura Law Review, 3(2).
Ramadhan, M. C. (2022). Faktor penghambat penegakan hukum merek di Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 9(2).
Ramadhan, M. C. (2023a). Paten jilid I. Merdeka Kreasi Group.
Ramadhan, M. C. (2023b). Paten jilid II. Merdeka Kreasi Group.
Ramadhan, M. C. (2023c). Perlindungan hukum terhadap rahasia dagang rumah makan yang ditinjau dari UU No. 30 Tahun 2000 tentang rahasia dagang. Merdeka Kreasi Group.
Ramadhan, M. C. (2023d). The legal protection in crime of e-commerce transactions. Jurnal Akta, 10(3).
Ramadhan, M. C. (2024). Pelatihan literasi hukum terhadap perlindungan kekayaan intelektual komunal pada produk lokal melalui skema indikasi geografis. Asian Journal of Community Service, 3(2).
Ramadhan, M. C. (2025). Pencegahan misappropriation terhadap kekayaan intelektual komunal melalui pemanfaatan data pembanding dalam rezim first to file hukum merek. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah, 7(1).
Ramadhan, M. C., & Irtiyah, R. F. (2023). Pertimbangan hakim atas sengketa kepemilikan merek asing terkenal. Universitas Medan Area Press.
Ramadhan, M. C., Siregar, F. Y. D., & Wibowo, B. F. (2023). Hak kekayaan intelektual. UMA Press.
Ramlan. (2017). Peranan sentra HKI dalam pengembangan kekayaan intelektual di Sumatera Utara [Makalah]. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Saidin, O. K. (2015). Aspek hukum hak kekayaan intelektual. RajaGrafindo Persada.
Setyowati, K., Lubis, E., Anggraeni, E., & Wibowo, M. H. (2015). Hak kekayaan intelektual dan tantangan implementasinya di perguruan tinggi. IPB Press.
Soetandyo Wignjosoebroto. (2013). Hukum: Paradigma, metode dan dinamika masalahnya. ELSAM & HuMa.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryodiningrat, R. M. (2019). Pengantar ilmu hukum hak kekayaan intelektual. Tarsito.
Usman, R. (2003). Hukum hak atas kekayaan intelektual: Perlindungan dan dimensi hukumnya di Indonesia. Alumni.
World Intellectual Property Organization. (2022a). Intellectual property and innovation systems. WIPO.
World Intellectual Property Organization. (2022b). World intellectual property indicators 2022. WIPO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















