Analisis Pengendalian Kualitas Produk Menggunakan Metode Six Sigma Dan Failure Mode And Effect Analysis Di XYZ
DOI:
https://doi.org/10.59024/jisi.v4i4.2112Keywords:
Six Sigma, FMEA, Pengendalian Kualitas, Floorbase, DMAICAbstract
Kualitas produk merupakan faktor penting yang memengaruhi daya saing perusahaan manufaktur. PT XYZ Di Jawa Tengah masih menghadapi permasalahan kecacatan pada produk Floorbase yang berpotensi menyebabkan pemborosan material, rework, dan peningkatan biaya kualitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab kecacatan produk, mengukur kapabilitas proses produksi menggunakan metode Six Sigma, serta menyusun usulan perbaikan berdasarkan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode penelitian yang digunakan adalah Six Sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control) yang diintegrasikan dengan FMEA untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat risiko kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima jenis cacat dominan pada produk Floorbase adalah Short Core Lap, Long Core Lap, Press Mark, Face Overlap, dan Minus Total. Perhitungan Six Sigma menghasilkan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) sebesar 9.822 dengan tingkat sigma sebesar 3,68, yang menunjukkan bahwa kapabilitas proses masih perlu ditingkatkan. Analisis Fishbone mengidentifikasi penyebab kecacatan yang berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan pengukuran. Berdasarkan hasil FMEA, usulan perbaikan difokuskan pada peningkatan preventive maintenance, penyempurnaan SOP, peningkatan kompetensi operator, dan penguatan sistem inspeksi kualitas. Implementasi usulan tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat kecacatan serta meningkatkan kualitas produk Floorbase secara berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







